Menara Pandang Banjarmasin adalah ikon wisata Kota Banjarmasin yang terletak di Jl. Kapten Piere Tendean No.07, Gadang, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan. Berada di tepi Sungai Martapura, menara ini menawarkan panorama kota, Sungai Martapura, Masjid Raya Sabilal Muhtadin, dan suasana malam dengan kerlap-kerlip lampu kota
Fasilitas
Masjid Raya Sabilal Muhtadin adalah landmark ikonik di Banjarmasin yang juga menjadi pusat syiar Islam. Terletak di Jl. Jend Sudirman No.1, Antasan Besar, Banjarmasin Tengah, masjid ini dibangun pada tahun 1981 sebagai penghormatan kepada Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Lokasi masjid ini dulunya adalah bekas asrama tentara Pulau Tatas yang dikenal sebagai Fort Tatas pada era kolonial Belanda.
Masjid ini memiliki luas 5.250 m² dan mampu menampung sekitar 15.000 jemaah. Arsitekturnya indah dengan ornamen tulisan Arab berwarna emas di dindingnya. Bagian luar dilengkapi kolam besar di depan pintu utama, sedangkan bagian dalamnya dilengkapi pendingin ruangan dan kipas angin untuk kenyamanan jemaah. Masjid ini buka 24 jam dan memiliki area kuliner di halaman depan.
Fasilitas
Taman Kamboja adalah ruang terbuka hijau populer di Banjarmasin yang terletak di pusat kota. Awalnya merupakan kompleks kuburan pada zaman Belanda, taman ini kini menjadi tempat rekreasi yang nyaman bagi masyarakat. Dengan suasana sejuk di bawah pepohonan, taman ini menawarkan lokasi ideal untuk bersantai, berolahraga, atau sekadar menikmati suasana tenang.
Taman ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas permainan untuk anak-anak, menjadikannya cocok untuk kunjungan keluarga. Selain itu, Taman Kamboja sering digunakan untuk kegiatan sosial dan budaya, menjadikannya pusat interaksi warga di Banjarmasin.
Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin adalah destinasi wisata populer yang terletak di tepi Sungai Martapura. Taman ini menawarkan pemandangan indah dan suasana nyaman yang cocok untuk bersantai. Ikon "0 Kilometer" menjadi daya tarik utama, menandai titik nol kota Banjarmasin dan menjadi spot foto favorit pengunjung. Taman ini sering menjadi tempat berkumpul bagi warga lokal dan wisatawan untuk menikmati suasana, berolahraga, atau sekadar berjalan-jalan di sepanjang sungai.
Selain itu, Taman Siring 0 Kilometer kerap menjadi lokasi berbagai acara dan festival, menjadikannya pusat aktivitas sosial dan budaya kota. Dengan fasilitas yang lengkap, taman ini adalah tempat yang ideal untuk rekreasi keluarga atau kegiatan komunitas.
Fasilitas:
Patung Bekantan adalah ikon Kota Banjarmasin yang terletak di tepi Sungai Martapura, tepatnya di Jalan Kapten Pierre Tendean. Patung ini menampilkan bekantan, primata endemik Kalimantan yang dikenal dengan hidung panjangnya, sebagai simbol pelestarian alam dan budaya setempat. Dibangun oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dengan biaya sekitar Rp 2,6 miliar, patung ini kini menjadi daya tarik wisata utama di kota.
Lokasinya yang strategis, dekat dengan Menara Pandang dan pasar terapung, membuat Patung Bekantan mudah diakses dan sering dikunjungi wisatawan. Selain menjadi simbol kebanggaan kota, patung ini juga merupakan spot favorit untuk berfoto, sekaligus mempromosikan kepedulian terhadap satwa endemik Kalimantan.
Fasilitas:
Pasar Terapung Banjarmasin adalah salah satu daya tarik wisata ikonik di kota ini, terletak di Sungai Martapura. Pasar ini menawarkan pengalaman unik berbelanja di atas perahu-perahu kecil yang penuh dengan berbagai barang dagangan, seperti buah-buahan segar, sayuran, dan makanan khas daerah. Aktivitas pasar dimulai sejak pagi hari, saat para pedagang dan pembeli berkumpul di sungai untuk melakukan transaksi.
Suasana yang ramai dan penuh warna menjadikan Pasar Terapung sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pengunjung dapat merasakan langsung kehidupan tradisional masyarakat Banjarmasin sambil menikmati pemandangan sungai yang indah.
Fasilitas:
Rumah Anno 1925 adalah bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Kapten Pierre Tendean, tepat di samping Menara Pandang Banjarmasin. Dibangun pada tahun 1925, rumah ini memiliki arsitektur khas Banjar dengan atap berbentuk limas atau piramida. Awalnya, rumah ini milik seorang warga pada masa kolonial dan kini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di kota Banjarmasin.
Selain sebagai objek wisata sejarah, Rumah Anno 1925 sering digunakan untuk berbagai kegiatan budaya, seperti workshop dan pameran produk kerajinan lokal, termasuk batik sasirangan dan kerajinan tangan lainnya. Keunikan arsitektur dan nilai sejarahnya menjadikan rumah ini sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Banjarmasin.
Fasilitas:
Kampung Biru adalah destinasi wisata unik di Banjarmasin yang terletak di bantaran Sungai Martapura. Kampung ini dikenal dengan rumah-rumah dan pagar yang dicat serba biru, menciptakan pemandangan yang sangat menarik dan Instagrammable. Kampung Biru merupakan bagian dari pengembangan wisata susur sungai yang dicetuskan oleh Wali Kota Ibnu Sina untuk memperindah kawasan tersebut dan menjadikannya lebih menarik bagi wisatawan.
Selain menikmati keindahan pemandangan, pengunjung juga bisa mencicipi kuliner khas Banjar di berbagai tempat makan yang ada di sekitar kampung. Kampung Biru sering menjadi latar belakang foto favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin, menjadikannya salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.
Fasilitas:
Rumah Lanting adalah rumah tradisional khas Kalimantan Selatan yang dibangun di atas rakit dan mengapung di atas sungai. Biasanya terbuat dari kayu ulin yang tahan air, rumah ini memiliki struktur yang sederhana namun kokoh. Rumah Lanting banyak ditemukan di sepanjang sungai-sungai besar di Banjarmasin dan sekitarnya, menjadi salah satu ciri khas budaya masyarakat Banjar.
Keunikan Rumah Lanting terletak pada kemampuannya untuk mengikuti naik turunnya permukaan air sungai, menjadikannya aman dari banjir. Rumah ini juga mencerminkan gaya hidup masyarakat Banjar yang sangat bergantung pada sungai sebagai sumber kehidupan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai jalur transportasi.
Arabian Food Kampung Arab di Banjarmasin adalah destinasi kuliner yang menawarkan berbagai hidangan khas Timur Tengah yang lezat dan autentik. Terletak di bawah jembatan kembar kayu di Jalan Antasan Kecil Barat, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para pecinta masakan Arab. Berbagai hidangan yang disajikan di sini mencakup nasi mandi, nasi biryani, bubur karih, roti maryam, ipau, lempeng karih, serta minuman khas seperti kopi Arab dan teh khas Arab.
Suasana di kawasan ini sangat khas dengan aroma masakan yang menggugah selera dan atmosfer yang ramai, menjadikannya tempat yang sempurna untuk menikmati hidangan yang kaya rasa. Bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman kuliner yang berbeda, Arabian Food Kampung Arab menjadi pilihan yang tepat di Banjarmasin.
Fasilitas:
Kampung Ketupat di Banjarmasin adalah salah satu destinasi kuliner yang terkenal di kota ini, khususnya bagi pecinta hidangan ketupat. Kampung ini terkenal dengan Ketupat Kandangan, hidangan khas Kalimantan Selatan yang terdiri dari ketupat yang disajikan dengan kuah santan gurih dan ikan haruan atau ikan gabus. Ketupat Kandangan adalah salah satu makanan tradisional yang sangat digemari oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin.
Di Kampung Ketupat, pengunjung bisa menikmati hidangan ketupat yang lezat di berbagai warung yang ada, sambil menikmati suasana yang ramai dan penuh dengan aroma masakan tradisional. Kampung ini juga menjadi tempat yang cocok untuk belajar lebih dalam tentang kuliner khas Banjar dan menikmati sajian dengan cita rasa yang autentik.
Fasilitas:
Kampung Sasirangan adalah pusat kerajinan batik khas Kalimantan Selatan yang terletak di Jalan Seberang Masjid, Banjarmasin. Kampung ini dikenal sebagai tempat pembuatan kain Sasirangan, yang merupakan kain tradisional suku Banjar dengan motif yang kaya dan beragam. Sasirangan memiliki teknik pembuatan yang unik, di mana kain dicelup menggunakan pewarna alami, menciptakan pola yang indah dan sarat makna.
Sejak dibuka sebagai objek wisata pada tahun 2010, Kampung Sasirangan menjadi tempat yang tepat bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat proses pembuatan batik Sasirangan, mulai dari persiapan bahan hingga tahap akhir pembuatannya. Kampung ini juga menawarkan berbagai produk kain dan pakaian Sasirangan yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Selatan.
Fasilitas:
Bandarmasih Tempo Doeloe, atau yang dikenal dengan sebutan Kota Lama, adalah sebuah kawasan wisata yang baru diresmikan di Banjarmasin pada 15 Desember 2021. Terletak di Jalan Pos, kawasan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali suasana kota Banjarmasin pada masa lampau, dengan menyajikan elemen-elemen sejarah dan budaya yang khas. Kawasan ini telah melalui pembenahan yang besar, termasuk perbaikan pada trotoar, drainase, dan jalan sepanjang 622 meter, untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Dengan desain yang estetis dan suasana yang penuh kenangan, Bandarmasih Tempo Doeloe menjadi tempat yang ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan dan sejarah kota Banjarmasin. Kawasan ini juga sering dijadikan sebagai lokasi untuk berbagai acara budaya dan festival, menjadikannya salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi mereka yang tertarik dengan sejarah dan budaya lokal.
Fasilitas:
Klenteng Soetji Nurani adalah salah satu tempat ibadah tertua di Banjarmasin, yang terletak di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Gadang, Banjarmasin Tengah. Dibangun pada tahun 1898, klenteng ini memiliki nilai sejarah yang mendalam, menjadi saksi perjalanan panjang keberadaan warga Tionghoa di Banjarmasin. Klenteng ini berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Konghucu, tetapi juga sebagai simbol toleransi beragama yang kuat di kota ini.
Arsitektur yang khas dengan sentuhan budaya Tionghoa sangat mencolok, menampilkan ornamen-ornamen tradisional yang indah dan atmosfer yang tenang. Klenteng ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin merasakan kedamaian dan lebih mendalami sejarah serta budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian dari identitas kota Banjarmasin.
Fasilitas:
Makam Surgi Mufti adalah tempat peristirahatan terakhir dari Syekh Jamaluddin Al-Banjari, seorang ulama besar yang pernah menjabat sebagai mufti di Banjarmasin. Terletak di Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, makam ini juga dikenal dengan sebutan Kubah Surgi Mufti. Nama "Surgi Mufti" sendiri berasal dari gelar anumerta yang diberikan kepada beliau, sebagai penghormatan atas jasa-jasanya dalam agama dan masyarakat.
Syekh Jamaluddin Al-Banjari lahir pada tahun 1817 dan wafat pada tanggal 16 Juni 1929. Beliau adalah cicit dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, salah satu ulama besar di Kalimantan Selatan yang dikenal luas di dunia Islam. Makam ini menjadi tempat ziarah bagi banyak orang, terutama masyarakat yang ingin mengenang dan menghormati perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam di kawasan Banjarmasin dan sekitarnya.
Fasilitas:
Kampung Kuin, atau sering disebut Kampung Kuwin, adalah salah satu kawasan bersejarah di Banjarmasin. Terletak di sepanjang aliran Sungai Kuin, kampung ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Kesultanan Banjar. Pada masa lalu, Kuin adalah pusat pemerintahan dan perdagangan yang penting di wilayah ini.
Di Kampung Kuin, kamu bisa menemukan berbagai peninggalan sejarah, termasuk rumah-rumah tradisional Banjar dengan arsitektur khasnya. Selain itu, kampung ini juga dikenal dengan suasana yang tenang dan pemandangan sungai yang indah, menjadikannya tempat yang menarik untuk dikunjungi.
Masjid Sultan Suriansyah adalah masjid tertua di Kalimantan Selatan yang terletak di tepi Sungai Kuin, Banjarmasin. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah, raja pertama Kerajaan Banjar yang memeluk Islam, masjid ini menjadi simbol awal penyebaran agama Islam di wilayah tersebut. Arsitekturnya khas dengan atap limas bertingkat dan ukiran indah yang mencerminkan budaya Banjar, menjadikannya salah satu peninggalan bersejarah yang bernilai tinggi.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya. Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur tradisional Banjar sambil mempelajari sejarah Islam di Kalimantan Selatan. Suasana yang tenang di sekitarnya menciptakan pengalaman yang menenangkan bagi wisatawan.
Fasilitas:
Masjid Sultan Suriansyah adalah masjid tertua di Kalimantan Selatan yang terletak di tepi Sungai Kuin, Banjarmasin. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah, raja pertama Kerajaan Banjar yang memeluk Islam, masjid ini menjadi simbol awal penyebaran agama Islam di wilayah tersebut. Arsitekturnya khas dengan atap limas bertingkat dan ukiran indah yang mencerminkan budaya Banjar, menjadikannya salah satu peninggalan bersejarah yang bernilai tinggi.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya. Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur tradisional Banjar sambil mempelajari sejarah Islam di Kalimantan Selatan. Suasana yang tenang di sekitarnya menciptakan pengalaman yang menenangkan bagi wisatawan.
Fasilitas:
Museum WASAKA (Waja Sampai Kaputing) adalah museum perjuangan rakyat Kalimantan Selatan yang terletak di Jalan Sultan Adam, Kompleks Haji Andir, Kampung Kenanga Ulu, Banjarmasin Utara. Nama "WASAKA" berasal dari pepatah Banjar yang berarti "perjuangan yang tidak berhenti hingga tetes darah penghabisan," yang menggambarkan semangat juang masyarakat Banjar dalam merebut kemerdekaan. Museum ini didirikan pada tahun 1989 dan menyimpan berbagai benda bersejarah, termasuk foto-foto dan senjata yang digunakan oleh para pejuang kemerdekaan.
Terletak di tepi Sungai Martapura, museum ini dapat diakses dengan menggunakan kelotok, menambah pengalaman unik bagi pengunjung. Selain sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, Museum WASAKA juga sering menjadi lokasi edukasi untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah perjuangan rakyat Banjar dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Fasilitas:
Kampung Sasirangan di Sungai Jingah adalah destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi di Banjarmasin. Kampung ini merupakan pusat pembuatan kain sasirangan, kain tradisional khas Kalimantan Selatan yang kaya akan nilai seni dan budaya. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan kain sasirangan, mulai dari pewarnaan hingga pembentukan motif, bahkan mencoba membuatnya sendiri. Hal ini menjadikan Kampung Sasirangan sebagai tempat yang edukatif sekaligus menarik.
Selain menikmati keindahan kain tradisional, wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas Banjar di Mawarung Baimbai, sebuah tempat makan favorit yang menawarkan hidangan tradisional sambil menikmati suasana kampung yang asri. Kombinasi wisata budaya, edukasi, dan kuliner menjadikan Kampung Sasirangan destinasi yang unik dan berkesan.
Fasilitas:
Makam Guru Zuhdi adalah tempat peristirahatan terakhir KH. Ahmad Zuhdiannoor, seorang ulama kharismatik dan tokoh masyarakat yang dihormati di Kalimantan Selatan. Beliau lahir pada 10 Februari 1972 dan wafat pada 2 Mei 2020. Makam ini terletak di Jalan Belakang Masjid Jami, Gang Jamaludin RT 5, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara. Guru Zuhdi dikenang karena gaya ceramahnya yang menyejukkan dan pendekatan yang bersahaja, membuatnya menjadi panutan bagi umat Islam di Indonesia.
Makam ini sering dikunjungi masyarakat untuk berziarah, baik untuk mengenang jasa-jasa beliau maupun mendoakannya. Suasana di sekitar makam tenang dan damai, mencerminkan kehidupan Guru Zuhdi yang penuh kesederhanaan dan kebijaksanaan.
Fasilitas:
Jembatan Sei Alalak adalah jembatan lengkung pertama di Indonesia yang melintasi Sungai Alalak, terletak di Berangas Timur, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 21 Oktober 2021 dan menjadi ikon infrastruktur modern di wilayah tersebut. Dengan panjang sekitar 850 meter dan lebar 20 meter, jembatan ini memiliki empat lajur dua arah yang mendukung kelancaran lalu lintas.
Jembatan ini dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1, yang telah berusia lebih dari 30 tahun, dan berfungsi sebagai jalur utama akses Kota Banjarmasin ke berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Selain itu, keberadaan Jembatan Sei Alalak membantu mengurangi kemacetan di jalan lingkar utara, sekaligus menjadi daya tarik wisata karena desainnya yang modern dan pemandangan indah di sekitarnya.
Kampung Alamiah di Sungai Biuku adalah salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Banjarmasin, tepatnya terletak di Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Kampung ini menawarkan suasana yang asri dan sejuk dengan pohon-pohon hijau yang rimbun di sepanjang jalan. Keindahan alam di kampung ini sangat cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati udara segar dan pemandangan yang alami.
Selain keindahan alam, Kampung Alamiah juga dikenal dengan penangkaran reptil langka, seperti biuku atau bidawang, yang merupakan salah satu daya tarik utama. Di sini, kamu bisa melihat langsung reptil-reptil tersebut di kolam penangkaran yang telah disediakan untuk menjaga kelestariannya. Kampung ini juga mempertahankan rumah-rumah tradisional Banjar yang khas, dilengkapi dengan sarana jukung untuk berkeliling sungai, serta dihiasi oleh vegetasi lokal yang menambah pesona alamnya.
Fasilitas:
Kampung Tajau Tradisional di Banjarmasin adalah kawasan bersejarah yang terkenal dengan kerajinan tajau atau gentong khas Banjar. Terletak di Kelurahan Kuin Utara, kampung ini memiliki posisi strategis, diapit oleh Komplek Makam Bangsawan dan Ulama Banjar serta Masjid Sultan Suriansyah. Kerajinan tajau, yang terbuat dari semen dan pasir putih, telah menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat Kuin Utara selama puluhan tahun.
Tajau bukan hanya sekadar produk lokal, tetapi juga telah menembus pasar seni di Bali, memperlihatkan keindahan dan keterampilan tangan para pengrajin Banjar. Kampung ini tidak hanya menjadi pusat kerajinan, tetapi juga menjadi saksi sejarah perkembangan budaya Banjar yang berakar kuat di masyarakat.
Fasilitas:
Pasar Terapung Kuin adalah salah satu pasar terapung tertua di Indonesia, terletak di muara Sungai Kuin, Banjarmasin. Pasar ini sudah ada sejak lebih dari 400 tahun yang lalu dan menjadi ikon wisata kota Banjarmasin. Di pasar ini, kamu dapat menyaksikan aktivitas jual beli yang unik di atas perahu-perahu kecil yang disebut jukung. Para pedagang, yang sebagian besar adalah wanita, menjual berbagai barang seperti sayur-mayur, buah-buahan, dan hasil kebun lainnya.
Pasar ini biasanya mulai beroperasi setelah salat Subuh hingga sekitar pukul tujuh pagi, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan atmosfer pagi yang khas di Banjarmasin. Suasana pasar yang ramai dan penuh warna, dengan pemandangan aktivitas para pedagang di atas air, menjadikannya sebagai tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi, baik oleh wisatawan domestik maupun internasional.
Fasilitas:
Rumah Alam Sungai Andai adalah destinasi wisata yang menawarkan suasana hutan mini di tengah kota Banjarmasin. Terletak di Kompleks Andai Jaya Persada, Blok D, No 8, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, tempat ini awalnya adalah rumah pribadi milik pasangan Rakhmalina Bakhriati dan Noorhalis Madjid. Kini, Rumah Alam Sungai Andai terbuka untuk umum, memberikan pengalaman wisata yang berbeda dengan suasana alam yang asri.
Tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk pondok kayu estetik dua lantai yang memberikan pengunjung tempat untuk bersantai dan menikmati pemandangan. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam dengan pepohonan tinggi dan beragam jenis tanaman yang menyerupai hutan mini. Keindahan alam yang natural ini menjadikannya tempat yang tepat untuk beristirahat dan menikmati udara segar.
Fasilitas:
Pembuatan kapal tug boat dan tongkang merupakan proses yang kompleks dan memerlukan keahlian serta teknologi tinggi. Kedua jenis kapal ini memiliki fungsi penting dalam industri maritim, terutama dalam transportasi dan pengangkutan barang-barang berat. Proses pembuatannya melibatkan berbagai tahapan yang membutuhkan keterampilan teknik dan peralatan canggih.
Kampung Sasirangan Sungai Jingah di Banjarmasin adalah pusat pembuatan kain tradisional Sasirangan khas Kalimantan Selatan. Di kampung ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain yang menggunakan teknik pewarnaan tradisional dengan lilin dan celup. Kain Sasirangan memiliki motif yang kaya dan menjadi simbol budaya Banjar yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain melihat proses pembuatan, pengunjung juga dapat membeli berbagai produk jadi seperti kain, pakaian, dan aksesori dari Sasirangan sebagai oleh-oleh. Kampung ini menawarkan suasana khas dengan rumah tradisional Banjar yang terletak di sepanjang Sungai Jingah, menjadikannya tempat yang ideal untuk menikmati budaya lokal dan berbelanja kerajinan tangan.
Fasilitas:
Taman Satwa Jahri Saleh adalah sebuah taman hiburan dan edukasi yang terletak di Banjarmasin. Taman ini dikenal sebagai tempat yang menawarkan pengalaman menarik untuk melihat berbagai jenis satwa yang berasal dari Kalimantan dan daerah lainnya. Selain sebagai tempat wisata, Taman Satwa Jahri Saleh juga berfungsi sebagai tempat pelestarian satwa langka dan edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Suasana di sekitar taman sangat alami dan sejuk, membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk rekreasi bersama keluarga.
Fasilitas:
Pelelangan Ikan RK-Ilir adalah salah satu tempat pelelangan ikan terkenal di Banjarmasin, terletak di Jalan RK Ilir. Tempat ini menjadi pusat aktivitas jual beli ikan air laut dan tawar, dengan jam operasional mulai pukul 02.00 dini hari hingga 08.00 pagi. Suasana yang ramai dan dinamis tercipta saat nelayan dan pedagang dari berbagai daerah berkumpul untuk menjual hasil tangkapan mereka. Ikan haruan menjadi salah satu jenis ikan yang paling banyak dicari di pelelangan ini.
Pelelangan Ikan RK-Ilir tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga menyediakan fasilitas yang memastikan kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat dalam aktivitas ini, baik nelayan, pedagang, maupun pembeli.
Fasilitas:
Kampung Hijau di Sungai Bilu adalah destinasi wisata unik yang terletak di Kelurahan Sungai Bilu, Kecamatan Banjarmasin Timur. Kampung ini dikenal dengan rumah-rumah yang dicat serba hijau, menciptakan pemandangan yang sangat menarik dan instagrammable. Kampung Hijau telah dikelola oleh pemerintah setempat dan masyarakat sekitar untuk dilestarikan sebagai objek wisata, menjadikannya tempat yang semakin populer di kalangan wisatawan.
Selain menikmati pemandangan indah, pengunjung juga dapat mencicipi kuliner khas Banjar di berbagai tempat makan yang ada di sekitar kampung. Kampung Hijau juga sering menjadi latar belakang foto favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin, menjadikannya salah satu destinasi yang wajib dikunjungi di kota ini.
Fasilitas:
Pulau Bromo adalah sebuah pulau kecil yang terletak di wilayah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Nama "Bromo" berasal dari bahasa Banjar yang berarti "sungai kecil." Pulau ini memiliki luas sekitar 0,94 km² dan dihuni oleh sekitar 1.250 jiwa. Pulau Bromo diapit oleh Sungai Martapura dan Sungai Barito, dengan wilayah administratif yang terdiri dari empat RT (04, 05, 06, dan 07) di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Awalnya, Pulau Bromo didominasi oleh suku Bugis, yang hanya membangun sekitar 15 rumah. Namun, dengan adanya pembangunan pabrik pengolahan, jumlah penduduk semakin bertambah seiring dengan masuknya warga dari luar pulau. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan buruh bangunan. Pulau ini juga memiliki daya tarik tersendiri dengan suasana pedesaan yang tenang dan asri.
Fasilitas:
Taman Kelayan Wisata di Banjarmasin adalah sebuah taman rekreasi yang cocok untuk keluarga dan pengunjung yang ingin menikmati suasana alam yang asri dan nyaman. Terletak di tepi Sungai Martapura, taman ini menawarkan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas luar ruangan, seperti area hijau yang luas, jalur jogging, dan tempat bermain anak-anak. Dengan pemandangan sungai yang indah, Taman Kelayan Wisata menjadi pilihan yang tepat untuk bersantai dan berolahraga.
Selain fasilitas rekreasi, taman ini juga sering digunakan untuk berbagai acara budaya dan festival, menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata yang populer di Banjarmasin.
Fasilitas:
Warung Ketupat Kaum adalah salah satu tempat kuliner yang sangat terkenal di Banjarmasin, khususnya bagi penggemar makanan tradisional Kalimantan Selatan. Warung ini terkenal dengan hidangan khasnya, Ketupat Kandangan, yang disajikan dengan kuah santan gurih dan ikan haruan atau ikan gabus yang empuk dan lezat. Makanan ini menjadi pilihan favorit bagi para pengunjung yang ingin merasakan kelezatan kuliner lokal.
Warung Ketupat Kaum memiliki beberapa cabang di Banjarmasin, seperti yang terletak di Jalan Bumi Mas dan Komplek Bumi Pertiwi. Dengan suasana yang nyaman dan menu yang menggugah selera, warung ini selalu ramai dikunjungi baik oleh warga lokal maupun wisatawan.
Masjid Jami Haur Kuning, yang juga dikenal dengan nama Masjid Besar Nurul Amilin, merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah di Banjarmasin. Terletak di Jalan Kelayan Kecil, Kelurahan Kelayan Timur, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Didirikan pada abad ke-19, masjid ini pernah berganti nama pada tahun 1970-an menjadi Masjid Jami Nurul Amilin, dan hingga kini tetap menjadi tempat ibadah utama bagi warga di sekitar kawasan tersebut.
Masjid ini memiliki arsitektur yang memukau dengan menara setinggi sekitar 25 meter yang menambah kesan megah dan elegan. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga berfungsi sebagai pusat pendidikan agama dan kegiatan sosial masyarakat. Suasana di sekitar masjid yang tenang dan asri membuatnya menjadi tempat yang cocok untuk beribadah maupun berziarah.
Fasilitas:
Keramba Ikan Banua Anyar adalah pusat budidaya ikan yang terkenal di Banjarmasin, terletak di sepanjang Sungai Martapura. Kawasan ini dipenuhi dengan keramba-keramba apung yang digunakan untuk membudidayakan berbagai jenis ikan, seperti patin dan bawal. Setiap keramba berukuran sekitar 3x3 meter dan mampu menghasilkan sekitar 100-150 kilogram ikan dalam sekali panen, menjadikannya sumber penghasilan utama bagi warga setempat.
Selain perannya dalam perekonomian lokal, Keramba Ikan Banua Anyar juga menarik perhatian wisatawan yang ingin melihat langsung proses budidaya ikan di sungai. Suasana di sekitar keramba menjadi sangat dinamis, terutama saat panen, menawarkan pengalaman yang edukatif dan menarik bagi pengunjung.
Fasilitas:
Tugu 9 November 1945 di Banjarmasin adalah sebuah monumen yang didirikan untuk memperingati perlawanan heroik masyarakat Kalimantan Selatan terhadap penjajahan Belanda. Monumen ini berhubungan dengan peristiwa penting yang terjadi pada 9 November 1945, ketika para pejuang dari Barisan Pemberontakan Republik Indonesia Kalimantan (BPRIK) menyerang markas NICA di Benteng Tatas, yang kini menjadi lokasi Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Tugu ini memiliki makna yang mendalam sebagai simbol keberanian dan semangat juang masyarakat Banjarmasin dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Nama-nama para pejuang yang gugur dalam pertempuran tersebut diabadikan di monumen ini, yang menjadi pengingat bagi generasi muda tentang perjuangan pahlawan bangsa. Tugu 9 November 1945 juga sering menjadi tujuan wisata sejarah bagi mereka yang ingin mengenang perjuangan rakyat Kalimantan Selatan dalam merebut kemerdekaan.
Fasilitas:
Makam Anggah Amin adalah tempat peristirahatan terakhir dari Syekh H. Muhammad Amin, seorang ulama terkenal di Banjarmasin yang lebih dikenal dengan sebutan Datu Anggah Amin. Beliau merupakan salah satu ulama besar yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan, bahkan meski menghadapi tekanan dari penjajah Belanda. Datu Anggah Amin juga dikenal sebagai seorang pendidik yang banyak melahirkan ulama-ulama lainnya.
Makam ini terletak di kawasan Banua Anyar, Banjarmasin, dan menjadi salah satu tempat ziarah yang banyak dikunjungi oleh masyarakat yang ingin mengenang jasa-jasa beliau dalam memperjuangkan agama Islam serta memberikan kontribusi besar dalam perkembangan keagamaan di Kalimantan Selatan.
Fasilitas:
Soto Banjar Bawah Jembatan adalah salah satu tempat kuliner legendaris di Banjarmasin yang terkenal dengan soto banjar yang lezat dan kaya rempah. Terletak di Jalan Banua Anyar, soto ini menjadi favorit di kalangan penduduk lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati cita rasa khas Banjar. Soto Banjar yang disajikan di sini memiliki kuah yang segar, beraroma khas, serta dilengkapi dengan potongan ayam, telur, dan ketupat.
Sementara itu, Soto Banjar Bang Amat yang juga terletak di Jalan Banua Anyar No. 6 memiliki reputasi yang tak kalah populer. Soto yang disajikan di sini juga dikenal dengan rasa yang segar dan gurih, serta sering dikunjungi oleh wisatawan, pejabat, hingga artis yang datang ke Banjarmasin. Kedua tempat ini merupakan destinasi kuliner wajib bagi siapa saja yang ingin mencicipi kelezatan Soto Banjar yang autentik.
Fasilitas:
Kampung Tanggui adalah salah satu destinasi wisata budaya yang terletak di Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kampung ini dikenal sebagai pusat pembuatan tanggui, yaitu topi tradisional khas Banjar yang berbentuk bundar dan digunakan sebagai pelindung kepala dari sinar matahari. Keunikan Kampung Tanggui terletak pada aktivitas para perajin lokal yang masih mempertahankan cara tradisional dalam memproduksi tanggui dengan berbagai motif dan warna.
Tanggui sendiri memiliki nilai budaya yang tinggi bagi masyarakat Banjar, dan kampung ini sering menjadi tempat edukasi bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam tentang kerajinan khas daerah ini. Suasana kampung yang asri dan autentik juga menambah daya tarik bagi wisatawan.
Fasilitas:
Kubah Basirih adalah makam keramat milik Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, seorang ulama terkenal yang juga merupakan keturunan Rasulullah SAW. Terletak di Jalan Keramat RT 13, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kubah Basirih menjadi salah satu tempat ziarah yang populer di Banjarmasin. Habib Basirih dikenal sebagai seorang waliyullah yang hidup pada masa kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, dan banyak masyarakat yang datang untuk mengenang jasa-jasa beliau serta mencari berkah.
Kubah ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat kuat, sehingga sering menjadi tempat perenungan dan doa bagi umat Islam. Suasana di sekitar kubah sangat tenang dan damai, menciptakan atmosfer yang kondusif untuk ziarah dan refleksi.
Fasilitas:
Pelelangan dan Pasar Ikan Banjar Raya adalah salah satu pusat aktivitas perikanan terbesar di Banjarmasin, terletak di Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat. Tempat ini berperan penting sebagai pusat produksi dan distribusi hasil perikanan tangkap, yang dapat diakses dari berbagai wilayah Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Sebagai pelabuhan utama, Pelelangan dan Pasar Ikan Banjar Raya juga mendukung kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan, menjadi pusat berlabuhnya kapal-kapal ikan dari berbagai daerah.
Selain berfungsi sebagai tempat distribusi ikan, pasar ini juga memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Selatan. Pengunjung yang datang ke sini bisa membeli ikan segar dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar pada umumnya.
Fasilitas:
Pelabuhan Trisakti adalah pelabuhan terbesar di Kalimantan Selatan dan berfungsi sebagai pintu gerbang utama untuk arus keluar masuk barang antar pulau dan antar negara. Terletak di Kota Banjarmasin, pelabuhan ini dikelola oleh Pelindo dan memiliki fasilitas yang memadai untuk melayani berbagai jenis barang, termasuk barang curah, konvensional, dan peti kemas. Pelabuhan ini juga memiliki dua terminal utama, yaitu Terminal Penumpang Bandarmasih dan Terminal Petikemas Banjarmasin. Banyak kapal penumpang dan kapal barang yang singgah di pelabuhan ini sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia Timur.
Fasilitas: